Langsung ke konten utama

Al-quran Digital di HP

Al-quran Digital di HP
Berikut sedikit dijelaskan dalil tentang hukum fiqih mengenai aplikasi al-qur'an yang ada di Hp. Hukum asal membaca dan memegang al-qur'an bagi yang berhadast / junub ialah haram :

يحرم على المحدث جميع أنواع الصلاة ، والسجود ، والطواف ، ومس المصحف ، وحمله ، ويحرم مس حاشية المصحف ، وما بين سطوره ، وحمله بالعلاقة قطعا ويحرم مس الجلد
على الصحيح ، والغلاف ، والصندوق والخريطة ، إذا كان فيهن المصحف ، على الأصح

" Haram bagi yang berhadast :semua macam2 sholat, sujud tilawah, thowaf, memegang mushaf ( qur'an ), membawa mushaf ( qur'an ), lembaran mushaf ( qur'an ), dan diantara kedua tutup2 mushaf, dan membawanya dengan tersambung ke mushaf ( qur'an ), dan haram memegang jilid qur'an menurut qaul shoheh, dan tutup2, dan peti, dan peta, jika didalam kesmuanya itu terdapat mushaf ( qur'an ), menurut qaul soheh.

Ref : Raudoh / Juz awal
Dan seperti firman Allah : لا يمسه إلا المطهرون " Janganlah memegang nya ( al-qur'an ) kecuali orang2 yang dalam keadaan suci " . Walau ayat ini menimbulkan spekulasi dan perbedaan pendapat dikalangan ulama fiqih, namun kita lihat dalam i'anah tolibin mengenai tafsiran ayat tersebut : لا يمسن المصحف إلا طاهر " Janganlah sekali-sekali memegang mushaf ( qur'an ) kecuali dia dalam keadaan suci ".
Kembali ke masalah aplikasi quran di hp, lantas bisakah aplikasi qur'an yang ada di hp disebut mushaf...?
Kita lihat keterangan lanjutan dari I'anah Tholibin :

وما كتب لدرس قرآن : خرج ما كتب لغيره كالتمائم، وما على النقد إذ لم يكتب للدراسة، وهو لا يكون قرآنا إلا بالقصد. قال في التحفة: وظاهر عطف هذا على المصحف، أن ما يسمى مصحفا عرفا لا عبرة فيه بقصد تبرك، وأن هذا إنما يعتبر فيما لا يسماه، فإن قصد به دراسة حرم أو تبرك لم يحرم، وإن لم يقصد به شئ نظر للقرينة فيما يظهر، إلخ. اه‍.

Maaf mungkin saya tidak akan mengartikan secara keseluruhan keterangan diatas, karena terlalu banyak. Namun inti keteranganya begini : " Yang dikatakan mushaf itu sesuatu yang ditulis dengan tujuan untuk memplelajari Al-Qur'an, namun jika tidak ada tujuan untuk mempelajari nya, maka bukan disebut Qur'an, dan apa yang disebut mushaf itu ialah menurut 'urf ( adat masyarakat ), bukan dari keterangan. Nah sekarang kita kembalikan ke adat masyarakat kita, apakah alikasi qur'an di hp disebut qur'an...? jika menurut adat bukan, maka aplikasi qur'an tdk bisa dikatakan mushaf / qur'an.
Dan kita lanjut lagi dalam keterangan selanjutnya dalam I'anah :

قوله: كلوح أي مما يكتب فيه عادة. فلو كبر عادة كباب كبير جاز مس الخالي من القرآن منه، ولا يحرم مس ما محي

" Perkataan mushonnif : seperti " lauhun " : yaitu perkara yang ditulis didalamnya seperti kebiasaan masyarakat. maka jika besar seperti adat masyarakat seperti pintu besar, maka boleh menyentuhnya ditempat bagian yang kosong dari pintu besar yang bertuliskan al-qur'an itu ".

Ref : I'anah / Juz 1 : 81.
Sekarang bagaimana dengan hukum membacanya...? , jika dalam keadaan tidak berwudhu, maka hukum membacanya diperbolehkan, seperti apa yg ditakatan imam Nawawi dalam kitab Majmu' :

أجمع المسلمون على جواز قراءة القرآن للمحدث والافضل أنه يتطهر لها

" Telah sepakat ulama dalam kebolehan membaca Qur'an bagi yang berhadast, dan yang lebih utama hendaknya bersuci ( berwudhu )."
Ref :. Majmu.
Adapun jika dalam keadaan hadast besar, maka kebolehanya ditafsil :

و يحرم على المسلم أيضا قراءة القرآن بلسانه ولو لحرف منه بقصد القراءة وحدها أو مع غيرها لقوله صلى الله عليه وسلم لا يقرأ الجنب ولا الحائض شيئا من القرآن حسنه المنذري أما إذا لم يقصدها بأن قصد ذكره أو موعظته أو حكمه وحده كالبسملة أو أطلق فلا يحرم لأنه لا يكون قرآنا إلا بالقصد

Inti keteranganya : " Haram bagi seorang muslim yang berjunub / haid membaca al-quran dengan lidahnya walaupun satu huruf dengan tujuan membaca / tilawah qur'an, sesuai dengan sabda Nabi SAW : Tidak boleh seorang yg berjunub ataupun yang haid membaca sesuatupun ( sehuruf pun ) dalam al-qur'an." Adapun jika membaca nya bukan dengan tujuan qiro'ah / tilawah, seperti niat dzikir, nasihat, atau do'a, maka membacanya diperbolehkan.
Ref: Minhajul Qowiim / Hal : 77

Saya tampilkan keterangan yang sama dalam kitab Bugyah:

وتحرم قراءة القرآن على نحو جنب بقصد القراءة

" haram membaca qur'an bagi orang yg berjunub, jika bertujuan membaca qur'an."

ولا بقصد غير القراءة كرد غلط وتعليم وتبرك ودعاء

" dan tidak haram jika bukan bertujuan membacanya, seperti membenarkan bacaan yg salah, dan mengajar, dan mengalap berkah, dan tujuan berdo'a ".
Ref : Bughyah Mustarsyidin / hal .26

Kesimpulan :
1 . Aplikasi Qur'an di Hp tidak dianggap mushaf jika dibuat tidak bertujuan untuk mempelajari al-qura'n ( artinya boleh memegang hp yg ada aplikasi qur'anya tanpa wudhu ).
2. Aplikasi Qur'an di Hp tidak dianggap mushaf jika adat kebiasaan masyarakat tidak menganggapnya sebagai mushaf ( artinya boleh memegang hp yg ada aplikasi qur'anya tanpa wudhu ).
3. Boleh membaca qur'an jika hanya berhadast kecil, namun lebih utama berwudhu dulu.
4. Haram membaca qur'an bagi yang berjunub / haid.
5. Boleh membaca qur'an bagi yang berjunub / haid jika tidak diniatkan membaca / tilawah qur'an, seperti : dzikir, nasihat, ta'lim, ngalap berkah, dan do'a.

WaAllahu a'lam bissowab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBEDAAN AMIL DAN PANITIA ZAKAT

 PERBEDAAN   AMIL DAN PANITIA ZAKAT 1- Amil adalah wakilnya mustahiq. Dan Panitia zakat adalah wakilnya Muzakki. 2- Zakat yang sudah diserahkan pada amil apabila hilang atau rusak (tidak lagi layak di konsumsi), kewajiban zakat atas muzakki gugur. Sementara zakat yang di serahkan pada panitia zakat apabila hilang atau rusak, maka belum menggugurkan kewajiban zakatnya muzakki. - (ﻭﻟﻮ) (ﺩﻓﻊ) اﻟﺰﻛﺎﺓ (ﺇﻟﻰ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻛﻔﺖ اﻟﻨﻴﺔ ﻋﻨﺪﻩ) ﺃﻱ ﻋﻨﺪ اﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻨﻮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻋﻨﺪ اﻟﺪﻓﻊ ﻟﻠﻤﺴﺘﺤﻘﻴﻦ * ﻷﻧﻪ ﻧﺎﺋﺒﻬﻢ ﻓﺎﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻛﺎﻟﺪﻓﻊ ﻟﻬﻢ ﺑﺪﻟﻴﻞ ﺃﻧﻬﺎ ﻟﻮ ﺗﻠﻔﺖ ﻋﻨﺪﻩ اﻟﺰﻛﺎﺓ ﻟﻢ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺎﻟﻚ ﺷﻲء ﻭاﻟﺴﺎﻋﻲ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻛاﻟﺴﻠﻄﺎﻥ.* - {نهاية المحتاج جز ٣ ص ١٣٩} - (ﻭﻟﻮ ﺩﻓﻊ ﺇﻟﻰ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ) ﺃﻭ ﻧﺎﺋﺒﻪ ﻛﺎﻟﺴﺎﻋﻲ (ﻛﻔﺖ اﻟﻨﻴﺔ ﻋﻨﺪﻩ) ﺃﻱ ﻋﻨﺪ اﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻨﻮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻋﻨﺪ اﻟﺼﺮﻑ؛ * ﻷﻧﻪ ﻧﺎﺋﺐ اﻟﻤﺴﺘﺤﻘﻴﻦ ﻓﺎﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻛﺎﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻭﻟﻬﺬا ﺃﺟﺰﺃﺕ ﻭﺇﻥ ﺗﻠﻔﺖ ﻋﻨﺪﻩ ﺑﺨﻼﻑ اﻟﻮﻛﻴﻞ* ﻭاﻷﻓﻀﻞ ﻟﻹﻣﺎﻡ ﺃﻥ ﻳﻨﻮﻱ ﻋﻨﺪ اﻟﺘﻔﺮﻗﺔ ﺃﻳﻀﺎ.. - {تحفة المحتاج جز ٣ ص ٣٥٠} 3- Menyerahkan zakat pada amil hukumnya Afdhol (lebih utama) daripada di serahkan sendiri oleh muzakki pada m

MEMBERIKAN ZAKAT FITRAH KEPADA USTADZ

PENGERTIAN FII SABILILLAH MENURUT PERSPEKTIF EMPAT MADZHAB. Sabilillah ( jalan menuju Allah ) itu banyak sekali bentuk dan pengamalannya, yg kesemuanya itu kembali kepada semua bentuk kebaikan atau ketaatan. Syaikh Ibnu Hajar alhaitamie menyebutkan dalam kitab Tuhfatulmuhtaj jilid 7 hal. 187 وسبيل الله وضعاً الطريقة الموصلةُ اليه تعالى (تحفة المحتاج جزء ٧ ص ١٨٧) Sabilillah secara etimologi ialah jalan yang dapat menyampaikan kepada (Allah) SWT فمعنى سبيل الله الطريق الموصل إلى الله وهو يشمل كل طاعة لكن غلب إستعماله عرفا وشرعا فى الجهاد. اه‍ ( حاشية البيجوري ج ١ ص ٥٤٤)  Maka (asal) pengertian Sabilillah itu, adalah jalan yang dapat menyampaikan kepada Allah, dan ia mencakup setiap bentuk keta'atan, tetapi menurut pengertian 'uruf dan syara' lebih sering digunakan untuk makna jihad (berperang). Pengertian fie Sabilillah menurut makna Syar'ie ✒️ Madzhab Syafi'ie Al-imam An-nawawie menyebutkan didalam Kitab Al-majmu' Syarhulmuhaddzab : واحتج أصحابنا بأن المفهوم في ا

Tata Cara Shalat Bagi Pengantin Saat Walimah Ursy

 *Tata Cara Shalat Bagi Pengantin Saat Walimah Ursy* Maklum diketahui bahwa ketika seseorang mengadakan acara walimah, maka penganten, bahkan ibu penganten dan keluarga terdekat, merias wajah dengan make up yang cukup tebal. Acara walimah ini biasanya memakan waktu berjam-jam bahkan tak jarang belum selesai sampai waktu shalat tiba. Maka bagaimanakah tata cara thaharah dan shalat bagi wanita yang memakai riasan ini? Solusi 1: Menghapus riasan wajah dan shalat sesuai waktunya Perlu diketahui bahwa salah satu syarat sah wudhu adalah tidak terdapat hal yang menghalangi tersampainya air wudhu ke anggota badan yang wajib dibasuh, tentu penggunaan make up yang tebal sudah pasti menghalangi air wudhu. Maka bagi wanita yang memakai riasan pengantin tersebut tidak boleh berwudhu kecuali sudah menghapus bersih riasan yang ada di wajah, sehingga yakin jika air wudhu benar-benar mengenai anggota wudhu, tidak cukup hanya dengan mengalirkan air tanpa terlebih dahulu menghapus make up nya seperti yan