Langsung ke konten utama

5624. Inilah Resep Amalan Agar Mata Tetap Sehat Penglihatan Jelas

PERTANYAAN :
Assalamualaikum wr wb. Mohon bantuan kepada para yai / asatidz / santri & yang lainnya, mohon ijazah do'a, resep, kaifiat, atau apa saja agar pandangan (penglihatan) mata tetap jelas & bagus, tidak terkena lamur / rabun, agar terus bisa dakwah & baca kitab walaupun sudah renta / sepuh nanti. Terimakasih. Wassalamualaikum. [Mang Muh].
JAWABAN :
Wa'alaikumussalam. Pada kitab An-Nawadir, disebutkan ada 4 perkara yang menerangi penglihatan :
1. Melihat hijau-hijau.
2. Melihat kedua orang tua.
3. Melihat mushaf.
4. Melihat ka'bah.
Sedang kitab Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan bahwa Batu celak Itsmid juga bisa menyehatkan mata dan pandangan. Itsmid merupakan batu hitam yang sudah dikenal, agak kemerahan, adanya di negeri Hijaz, namun yang paling bagus adalah dari Asbahan. Terjadi perselisihan, apakah itsmid itu merupakan nama batu yang diambil sebagai celak, atau dia adalah celak itu sendiri. At Turbasyti mengatakan, itsmid adalah batu tambang dan disebutkan bahwa dia merupakan celak dari Ashfahan, yang mampu mengeringkan air mata dan bisul, menyehatkan mata dan pandangan, apalagi buat orang jompo dan anak-anak.
Adapun dalam kitab Asy-Syinwaniy dijelaskan / Diriwayatkan dari Al-Khodlir 'alaihis salam, beliau berkata : Barang siapa ketika mendengar muadzin mengucapkan :
أشهد أن محمد رسول الله
Mengucapkan ;
مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله صلى الله عليه وسلم
Kemudian mengecup kedua ibu jari tangannya dan mengusapkannya pada kedua matanya, maka tidak akan buta, dan tidak akan sakit mata selamanya.
Sedang dalam kitab Mawahibul Jalil disebutkan :
(Faidah) Dalam kitab Al-Masail Al-malquthoh : Sayyid Utsman bin Ali Al-Fasiy bercerita pada kami : " Saya bertemu dengan Syaikh Nuruddin Al-Khurosaniy di kota Syairoz, saya disisinya saat adzan berkumandang, ketika terdengar muadzin mengucapkan :
أشهد أن محمد رسول الله
Syaikh Nuruddin mengecup kedua ibu jari tangan kanan dan kirinya, dan mengusap kedua kukunya pada kelopak kedua matanya, setiap bacaan tasyahud melakukan satu kali, dimulai dengan saluran mata dari sisi hidung, dan berakhir pada ekor mata dari arah pelipis. Kemudian saya bertanya pada beliau mengenai hal tersebut. "
Syakh Nuruddin berkata : " Saya melakukannya tanpa riwayat dari hadits, kemudian saya meninggalkannya, maka kedua mataku sakit, lalu say bermimpi bertemu Rosululloh shollallohu alaihi wasallam, Beliau berkata pada saya : " Mengapa kamu meninggalkan untuk mengusap kedua matamu ketika diriku disebut dalam adzan, jika kau inginkan kedua matamu sembuh . . maka kembalilah untuk mengusap kedua matamu lagi atau sesuai apa yang beliau sampaikan." kemudian aku terbangun, dan aku usap kembali dan sembuhlah kedua mataku, dan tidak kembali lagi penyakit kedua mataku hingga sekarang."
Lalu apa sebabnya para Salafuna Shalihin kita dulu kalau mendengar Adzan, sampai pada lafadz :
"ASYHADU ANNAMUHAMMADUR RASULULLAAH".
Mereka kemudian mencium kedua ujung Jari Jempolnya dan mengusapkan ke kelopak Mata, dengan mengucapkan :
مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله
"MARHABAN BI HABIBI WAQURROTUL 'AINII MUHAMMAD IBNI ABDILLAH."
Salah satu penjelasannya ada di Kitab Sabilul Idzkaar Wal I'itibar :
Diriwayatkan, bahwa Nabi Adam As begitu heran melihat para Malaikat selalu mengikutinya dari belakang. Sehingga Nabi Adam bertanya kapada Allah Swt : "Ya Allah, kenapa mereka selalu mengikutiku?".
"Wahai Adam, karena mereka telah tertarik dengan Cahaya keturunanmu, yang telah ada dalam Sulbimu."
Kemudian Nabi Adam As memohon kepada Allah Swt agar memindahkan Cahaya yang ada di Sulbinya kedepan...Maka Allah Swt meletakan Cahaya tersebut diantara kedua Alis Nabi Adam As,
Maka dengan segera para Malaikat berada di hadapan Nabi Adam...Nabi Adam heran dengan apa yang di lakukan para Malaikat-Malaikat yang selalu memandang Wajahnya.
Nabi Adam As berdoa agar diperkenankan melihat Cahaya tersebut... Maka Allah Swt menampakan Cahaya tersebut pada Kuku kedua Ibu Jari Nabi Adam As, dan membuat Nabi Adam begitu kagumnya dengan keindahan Cahaya tersebut.
Dengan keindahan Cahaya itu, Nabi Adam berkata : "Ya Allah, Cahaya siapakah ini?".
Allah Swt menjawab : "Itu adalah Nuur (Cahaya) Muhammad... Wahai Adam, kalau tidak karena Nuur Muhammad, maka tidak akan Aku ciptakan semua ini".
Dan Allah swt menyebutkan keagungan-keagungan Nuur Sayyidina Muhammad Saw,"
Nabi Adam As sangat gembira dengan Cahaya Sayyidina Muhammad Saw yang ada pada dirinya, dan ia mencium kedua ujung Ibu Jarinya, lalu meletakan ke kelopak kedua Matanya sambil mengucapkan:
مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله
"Marhaban Bi Habibi Waqurrotul'aini Muhammad Ibn Abdillah".
Para Salaf mengatakan bahwa, kalau kita melakukan hal tersebut Insya Allah tidak akan terkena penyakit Mata, tidak akan buta dan menguatkan ketajaman mata."
Wallohu a'lam. [Maafin Saya, Dul, Wiwik Lestya],
Referensi :
- Ianah Ath-Thalibin 1/243 :
وفي الشنواني ما نصه: من قال حين يسمع قول المؤذن: أشهد أن محمدا رسول الله: مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله - صلى الله عليه وسلم -. ثم يقبل إبهاميه ويجعلهما على عينيه لم يعم ولم يرمد أبدا.
- Mawahibul Jalil Syarh Mukhtashor Kholil 1/445 :
( فائدة ) قال في المسائل الملقوطة : حدثنا الفقيه الصديق الصدوق الصالح الأزكى العالم الأوفى المجتهد المجاور بالمسجد الحرام المتجرد الأرضى صدر الدين بن سيدنا الصالح بهاء الدين عثمان بن علي الفاسي حفظه الله تعالى قال : لقيت الشيخ العالم المتفنن المفسر المحدث المشهور الفضائل نور الدين الخراساني بمدينة شيراز ، وكنت عنده في وقت الأذان فلما سمع المؤذن يقول : أشهد أن محمدا رسول الله قبل الشيخ نور الدين إبهامي يديه اليمنى واليسرى ومسح بالظفرين أجفان عينيه عند كل تشهد مرة بدأ بالموق من ناحية الأنف ، وختم باللحاظ من ناحية الصدغ ، قال فسألته عن ذلك ، فقال : إني كنت أفعله من غير [ ص: 445 ] رواية حديث ، ثم تركته فمرضت عيناي فرأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم في المنام ، فقال لي لم تركت مسح عينيك عند ذكري في الأذان إن أردت أن تبرأ عيناك فعد إلى المسح أو كما قال فاستيقظت ومسحت فبرئت عيناي ولم يعاودني مرضهما إلى الآن .
وروي عن الخضر عليه السلام أنه قال : من قال حين يسمع المؤذن يقول : أشهد أن محمدا رسول الله مرحبا بحبيبي وقرة عيني محمد بن عبد الله صلى الله عليه وسلم ثم يقبل إبهاميه ، ويجعلهما على عينيه لم يعم ، ولم يرمد أبدا ،
- An-Nawadir 179 :
ومنها أربعة تنور البصر ، الأول : النظر إلى الخضرة . الثاني : النظر إلى الوالدين . الثالث : النظر إلى المصحف . الرابع : النظر إلى الكعبة
- Kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Tirmidzi Juz 4 Halaman 455 :
قوله: (وخير ما أكتحلتم به) بالنصب وجوز رفعه (الإثمد) بكسر الهمزة والميم بينهما ثاء مثلثة ساكنة. وحكى فيه ضم الحمرة حجر معروف أسود يضرب إلى الهمزة يكون في بلاد الحجاز وأجوده يؤتى من أصبهان قاله الحافظ. وقال التوربشتي: هو الحجر المعدني، وقيل هو الكحل الأصفهاني ينشف الدمعة والقروح ويحفظ صحة العين ويقوي غصنها لا سيما للشيوخ والصبيان (فإنه) أي الإثمد أو الاكتحال به (يجلو البصر) من الجلاء أي يحسن النظر ويزيد نور العين وينظف الباصرة لدفع الردية النازلة إليها من الرأس (ينبت) من الإنبات (الشعر) بفتح الشين والعين المهملة ويجوز إسكانها، والمراد به هنا الهدب وهو بالفارسية شره وهو الذي ينبت على أشفار العين (مكحلة) بضمتين بينهما ساكنة اسم آلة الكحل، وهو الميل على خلاف القياس، والمراد منها ههنا ما فيه الكحل (يكتحل بها) كذا في النسخ الموجودة بها، وفي جميع روايات الشمائل "منها" فالباء بمعنى من كما قيل في قوله تعالى: {يشرب بها عباد الله}. قوله: (هذا حديث حسسن غريب) وأخرجه الترمذي في باب الحجامة
LINK ASAL :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBEDAAN AMIL DAN PANITIA ZAKAT

 PERBEDAAN   AMIL DAN PANITIA ZAKAT 1- Amil adalah wakilnya mustahiq. Dan Panitia zakat adalah wakilnya Muzakki. 2- Zakat yang sudah diserahkan pada amil apabila hilang atau rusak (tidak lagi layak di konsumsi), kewajiban zakat atas muzakki gugur. Sementara zakat yang di serahkan pada panitia zakat apabila hilang atau rusak, maka belum menggugurkan kewajiban zakatnya muzakki. - (ﻭﻟﻮ) (ﺩﻓﻊ) اﻟﺰﻛﺎﺓ (ﺇﻟﻰ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻛﻔﺖ اﻟﻨﻴﺔ ﻋﻨﺪﻩ) ﺃﻱ ﻋﻨﺪ اﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻨﻮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻋﻨﺪ اﻟﺪﻓﻊ ﻟﻠﻤﺴﺘﺤﻘﻴﻦ * ﻷﻧﻪ ﻧﺎﺋﺒﻬﻢ ﻓﺎﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻛﺎﻟﺪﻓﻊ ﻟﻬﻢ ﺑﺪﻟﻴﻞ ﺃﻧﻬﺎ ﻟﻮ ﺗﻠﻔﺖ ﻋﻨﺪﻩ اﻟﺰﻛﺎﺓ ﻟﻢ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺎﻟﻚ ﺷﻲء ﻭاﻟﺴﺎﻋﻲ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻛاﻟﺴﻠﻄﺎﻥ.* - {نهاية المحتاج جز ٣ ص ١٣٩} - (ﻭﻟﻮ ﺩﻓﻊ ﺇﻟﻰ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ) ﺃﻭ ﻧﺎﺋﺒﻪ ﻛﺎﻟﺴﺎﻋﻲ (ﻛﻔﺖ اﻟﻨﻴﺔ ﻋﻨﺪﻩ) ﺃﻱ ﻋﻨﺪ اﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻨﻮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻋﻨﺪ اﻟﺼﺮﻑ؛ * ﻷﻧﻪ ﻧﺎﺋﺐ اﻟﻤﺴﺘﺤﻘﻴﻦ ﻓﺎﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻛﺎﻟﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻭﻟﻬﺬا ﺃﺟﺰﺃﺕ ﻭﺇﻥ ﺗﻠﻔﺖ ﻋﻨﺪﻩ ﺑﺨﻼﻑ اﻟﻮﻛﻴﻞ* ﻭاﻷﻓﻀﻞ ﻟﻹﻣﺎﻡ ﺃﻥ ﻳﻨﻮﻱ ﻋﻨﺪ اﻟﺘﻔﺮﻗﺔ ﺃﻳﻀﺎ.. - {تحفة المحتاج جز ٣ ص ٣٥٠} 3- Menyerahkan zakat pada amil hukumnya Afdhol (lebih utama) daripada di serahkan sendiri oleh muzakki pada m

MEMBERIKAN ZAKAT FITRAH KEPADA USTADZ

PENGERTIAN FII SABILILLAH MENURUT PERSPEKTIF EMPAT MADZHAB. Sabilillah ( jalan menuju Allah ) itu banyak sekali bentuk dan pengamalannya, yg kesemuanya itu kembali kepada semua bentuk kebaikan atau ketaatan. Syaikh Ibnu Hajar alhaitamie menyebutkan dalam kitab Tuhfatulmuhtaj jilid 7 hal. 187 وسبيل الله وضعاً الطريقة الموصلةُ اليه تعالى (تحفة المحتاج جزء ٧ ص ١٨٧) Sabilillah secara etimologi ialah jalan yang dapat menyampaikan kepada (Allah) SWT فمعنى سبيل الله الطريق الموصل إلى الله وهو يشمل كل طاعة لكن غلب إستعماله عرفا وشرعا فى الجهاد. اه‍ ( حاشية البيجوري ج ١ ص ٥٤٤)  Maka (asal) pengertian Sabilillah itu, adalah jalan yang dapat menyampaikan kepada Allah, dan ia mencakup setiap bentuk keta'atan, tetapi menurut pengertian 'uruf dan syara' lebih sering digunakan untuk makna jihad (berperang). Pengertian fie Sabilillah menurut makna Syar'ie ✒️ Madzhab Syafi'ie Al-imam An-nawawie menyebutkan didalam Kitab Al-majmu' Syarhulmuhaddzab : واحتج أصحابنا بأن المفهوم في ا

Tata Cara Shalat Bagi Pengantin Saat Walimah Ursy

 *Tata Cara Shalat Bagi Pengantin Saat Walimah Ursy* Maklum diketahui bahwa ketika seseorang mengadakan acara walimah, maka penganten, bahkan ibu penganten dan keluarga terdekat, merias wajah dengan make up yang cukup tebal. Acara walimah ini biasanya memakan waktu berjam-jam bahkan tak jarang belum selesai sampai waktu shalat tiba. Maka bagaimanakah tata cara thaharah dan shalat bagi wanita yang memakai riasan ini? Solusi 1: Menghapus riasan wajah dan shalat sesuai waktunya Perlu diketahui bahwa salah satu syarat sah wudhu adalah tidak terdapat hal yang menghalangi tersampainya air wudhu ke anggota badan yang wajib dibasuh, tentu penggunaan make up yang tebal sudah pasti menghalangi air wudhu. Maka bagi wanita yang memakai riasan pengantin tersebut tidak boleh berwudhu kecuali sudah menghapus bersih riasan yang ada di wajah, sehingga yakin jika air wudhu benar-benar mengenai anggota wudhu, tidak cukup hanya dengan mengalirkan air tanpa terlebih dahulu menghapus make up nya seperti yan